Sabtu, 10 April 2010
Sekedar Cinta Biasa
Maret lalu gue genap 21 tahun. Berharap jadi manusia yang lebih mengerti arti hidup yang mungkin sedikit tersia- sia kan beberapa tahun lalu. Cinta...Mungkin itu yang tak bisa gue capai saat ini. Ingin mencobanya,tapi sifat muna gue selalu jadi penghalang yang amat pekat. Bulan ke empat ini sedikit celah terbuka dalam hati gue. Tanpa plan yang ada,gue tengah deket am seorang cowok. Entah berawal dari mana. Kuncup kini jadi temen deket gue. Gak banyak hal yang gue tau tentang hidupnya,hanya saja..gue kini tau statusnya. Ternyata kuncup udah merit,punya 1 orang buah hati. Sedikit mengejutkan buat gue,kuncup adalah seorang single parent. Seorang duda muda. Kedekatan gue dan kuncup tetap bergulir seiring rotasi waktu yang penuh misteri. Gue..sosok yang gampang jatuh hati dengan tipe cowok yang memiliki nuansa hidup yang gk beda jauh dari kehidupan gue. Rasa suka yang kini bernaung di hati gue,sengaja tersihir oleh jiwa yang lengah. Jelmaannya menjadi sebuah kemunafikan yang kini merubah sifat cuek gue seketika. Entah apa yang akan terjadi nanti,namun kegelisahan ini makin memuncak. Saat kuncup gk masuk kerja,gue meradang. Tak tentu arah bicara. Semua rasa itu terbendung dalam hati. Gk akan pernah terucapkan pada kuncup. Seperti awal dia tau gue...kita...cuma temen. Sekarang,esok,bahkan selamanya...
Langganan:
Postingan (Atom)